Charles Leclerc Menang di Silverstone Max Verstappen Frustrasi
Charles Leclerc meraih kemenangan perdana dalam 623 hari di F1 GP Inggris setelah memanfaatkan masalah teknis Kimi Antonelli dan insiden Max Verstappen.
Pembalap Ferrari Charles Leclerc merayakan kemenangan emosional di balapan Formula 1 GP Inggris
Verstappen Ngamuk dan Gagal Finis
Max Verstappen kembali menelan pil pahit setelah mobil Red Bull miliknya meluncur bebas ke area kerikil empat lap sebelum bubar. Pembalap asal Belanda tersebut langsung meluapkan kekesalan mendalam atas performa jet daratnya yang tidak kompetitif sepanjang akhir pekan. Akhir buruk ini memperpanjang tren negatif sang mantan juara dunia.
Verstappen mengkritik keras keseimbangan mobil dan hilangnya kecepatan puncak di trek lurus Silverstone yang legendaris. Pembalap bernomor mobil satu tersebut bahkan secara terbuka mengaku sangat membenci kendaraan yang dia kendarai musim ini. Dia merasa performa timnya merosot tajam dan sangat memalukan.
Bencana Jagoan Muda Mercedes
Nasib sial juga menimpa pembalap remaja Mercedes Kimi Antonelli yang sejatinya memulai balapan dari posisi terdepan. Antonelli berteriak histeris melalui radio tim setelah suspensi mobilnya patah saat mencoba mengejar ketertinggalan di fase akhir. Masalah teknis ini memaksanya masuk pit dan finis di posisi ke-16 tanpa poin.
George Russell akhirnya mengamankan posisi kedua untuk Mercedes setelah memanfaatkan kemunduran rekan setimnya tersebut. Sementara itu pembalap tuan rumah Lewis Hamilton harus puas melengkapi podium di peringkat ketiga akibat kesalahan taktik. Hamilton juga sempat terkena penalti waktu lima detik karena melakukan pelanggaran saat start.
Kembalinya Christian Horner di Paddock
Mantan bos tim Red Bull Christian Horner terlihat muncul kembali di area paddock Silverstone untuk pertama kalinya. Kehadiran pria asal Inggris ini langsung menarik perhatian besar dari media serta staf tim yang bertugas. Horner sebelumnya sempat didepak dari posisinya setelah konflik internal kekuasaan setahun lalu.
Horner menegaskan misinya untuk segera kembali aktif di dunia balap Formula 1 melalui proyek baru yang kompetitif. Dia sudah mulai menjalin komunikasi intensif dengan beberapa tim papan tengah seperti Aston Martin hingga Alpine. Kedatangannya memicu rumor panas mengenai perombakan manajemen tim musim depan.