Samsung dan SK Hynix Didesak Naikkan Dividen AI
Samsung Electronics dan SK Hynix menghadapi desakan pemegang saham untuk meningkatkan dividen dan pembelian kembali saham dari keuntungan AI.
Gedung kantor perusahaan teknologi Samsung Electronics di Korea Selatan.
Tuntutan Peningkatan Imbal Hasil
Investor menilai rencana pengembalian arus kas bebas sebesar 50 persen saat ini terlalu konservatif. Angka tersebut tertinggal jauh dari Micron Technology yang berkomitmen mengembalikan seluruh arus kas bebas kepada pemodal.
Manajer portofolio di Janus Henderson Investors Richard Clode menyatakan, "Perusahaan harus menggunakan neraca keuangan mereka secara lebih efektif." Menurutnya, pengembalian kas yang lebih besar akan memperkuat keyakinan investor di tengah pertumbuhan industri.
Cadangan kas bersih gabungan kedua perusahaan diproyeksikan mencapai Rp4.200 triliun pada akhir tahun 2026. Jumlah tersebut bahkan melampaui total cadangan kas kelompok Magnificent Seven di Amerika Serikat.
Upaya Reduksi Diskon Korea
Analis meyakini program dividen yang lebih kuat dapat membantu mengurangi diskon valuasi pasar Korea Selatan. Perusahaan terdaftar di bursa lokal sering kali diperdagangkan pada nilai lebih rendah dibandingkan pasar global lainnya.
Grup investor ritel ACT mendesak Samsung menggelar rapat umum pemegang Saham luar biasa untuk menyetujui pembelian kembali Saham. Nilai pembelian tersebut mencapai Rp512 triliun demi mendistribusikan keuntungan rekor secara langsung.
Penurunan harga Saham dari rekor tertinggi tahun ini memicu desakan aksi korporasi yang lebih agresif. Investor meyakini komitmen kuat pada dividen mampu memulihkan kepercayaan pasar secara optimal.
Tanggapan Perusahaan dan Rencana Kebijakan
SK Hynix menyatakan bahwa mereka sedang meninjau cara meningkatkan imbal hasil bagi para pemegang Saham. Perusahaan berencana mengumumkan kebijakan pengembalian modal baru pada tahun ini.
Samsung juga mengonfirmasi bahwa mereka sedang memfinalisasi rencana pengembalian Saham berikutnya dalam waktu dekat. Namun, manajemen menegaskan perlunya menjaga cadangan finansial yang kuat untuk investasi pabrik chip lanjutan.
Permintaan pasar chip saat ini didorong oleh infrastruktur AI jangka panjang alih-alih elektronik konsumen jangka pendek. Kondisi ini memberikan fondasi yang kuat bagi produsen untuk menyeimbangkan investasi dan dividen.