Permintaan Batu Bara India Diproyeksi Tembus 1,6 Miliar Ton
Permintaan batu bara India melonjak hingga 1,6 miliar ton pada 2030 seiring tingginya kebutuhan listrik dan industri.
Ilustrasi aktivitas pertambangan dan penumpukan batu bara di area industri India
Rencana Bursa Perdagangan Batu Bara
Pemerintah India berencana mendirikan bursa perdagangan batu bara domestik guna meningkatkan transparansi pasar. Langkah strategis ini juga bertujuan memperkuat keamanan energi nasional.
Vikram Dev Dutt menyatakan, "Coal demand is projected to rise further to an estimated 1.6 billion tonnes by 2030, and under this situation, where the country has moved from a scarcity scenario to a surplus scenario, a shift that underscores the need for more efficient, transparent and market-driven mechanisms for coal trade." Pasar domestik tersebut berpotensi memicu terbentuknya perdagangan derivatif batu bara di masa depan.
Dominasi Sektor Kelistrikan
pembangkit listrik tenaga uap dan kapasitas terpasang di India terus mengalami peningkatan secara konsisten. batu bara mempertahankan posisinya sebagai pilar utama pasokan listrik nasional dengan porsi mencapai 60% dari total output.
Pemerintah tetap mengandalkan komoditas ini demi menghindari pemadaman listrik saat gelombang panas ekstrem melanda. Sektor energi terbarukan tumbuh pesat, namun batu bara tetap memegang peran krusial.
Reformasi dan Produksi Domestik
Kementerian Batubara India mengusulkan pendirian bursa perdagangan seiring lonjakan produksi domestik. Kebijakan reformasi sektor ini memberikan izin kepada perusahaan swasta untuk mengoperasikan tambang secara mandiri.
Penasihat energi NITI Aayog, Rajnath Ram, menegaskan bahwa komoditas ini tetap mendominasi sistem kelistrikan selama dua dekade mendatang. Pejabat tersebut menyatakan, "We cannot be subjective about coal. The question is how sustainably we can use it."