Perkembangan Bisnis Asia Terkini Dari Alibaba hingga Chip AI
Perkembangan bisnis Asia hari ini diwarnai rencana penjualan unit game Alibaba, lonjakan permintaan chip AI, serta kenaikan ekspor Singapura.
Gedung perkantoran modern di kawasan bisnis Asia dengan latar belakang langit cerah.
Alibaba Lepas Bisnis Game
Alibaba dikabarkan hampir merampungkan penjualan unit usaha game miliknya, Lingxi Games. Perusahaan ekuitas swasta Trustar Capital siap menggelontorkan dana lebih dari Rp23,2 triliun untuk akuisisi tersebut.
Langkah strategis ini menandai upaya berkelanjutan Alibaba dalam merampingkan portofolio bisnisnya. Fokus perusahaan kini beralih sepenuhnya pada sektor e-commerce, komputasi awan, dan kecerdasan buatan.
Lonjakan Permintaan Chip AI
Samsung Electronics dan SK hynix menghadapi tekanan investor untuk membagikan lebih banyak keuntungan tunai. Permintaan tinggi terhadap produk memori berbasis kecerdasan buatan mendongkrak posisi keuangan kedua perusahaan asal Korea Selatan tersebut.
Para pemegang saham menuntut dividen yang lebih tinggi serta pembelian kembali saham secara masif. Di sisi lain, kedua produsen chip ini wajib mempertahankan investasi besar untuk memperluas kapasitas produksi semikonduktor.
Ekspor Singapura dan Yen
Ekspor domestik non-minyak Singapura melesat 24,2% secara tahunan pada bulan Juli berkat tingginya permintaan produk teknologi. Sektor elektronik menjadi motor utama pertumbuhan dengan lonjakan signifikan pada pengiriman sirkuit terpadu dan komputer pribadi.
Sementara itu, nilai tukar yen Jepang menguat terhadap dolar Amerika Serikat di tengah spekulasi suku bunga Federal Reserve. Perubahan ekspektasi pasar tersebut turut menekan posisi dolar di kancah mata uang global.