Impor Minyak China Melonjak 22 Persen di Tengah Pelemahan Ekonomi
Impor minyak mentah China melonjak 22 persen pada Juli meskipun data ekonomi utama negara tersebut berada di bawah ekspektasi.
Kilang minyak dan fasilitas energi di China.
Pelemahan Indikator Ekonomi China
Penjualan ritel China hanya tumbuh 0.6 persen pada Juli secara tahunan. Angka tersebut turun dari pertumbuhan 1 persen pada Juni dan jauh di bawah estimasi analis sebesar 1,5 persen.
Pertumbuhan output industri juga melambat ke level 4,5 persen pada Juli. Capaian ini lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 4,8 persen dan turun dari 5,3 persen pada Juni.
Strategi Penimbunan Cadangan Minyak
China memanfaatkan harga minyak yang rendah untuk melakukan pembelian oportunistik demi mengisi cadangan strategis. Langkah ini membuat China mampu mengurangi impor saat harga minyak melonjak atau pasokan terganggu.
Impor Minyak Mentah harian rata-rata mencapai 8.450.000 barel per hari pada Juli. Konfirmasi data bea cukai menunjukkan adanya pemulihan signifikan dari titik terendah dalam dekade terakhir pada Juni.
Dampak Terhadap Harga Pasar Global
Cadangan pasokan yang besar menjadikan China sebagai penahan kenaikan harga minyak global di tengah konflik Timur Tengah. Posisi sebagai importir terbesar dunia memberi keleluasaan bagi China untuk menahan pembelian untuk sementara waktu.
Analis memperingatkan bahwa China suatu saat akan kembali aktif di pasar internasional. Situasi tersebut berpotensi memberikan tekanan baru bagi pergerakan harga Komoditas minyak.