Rodrigo De Paul Semprot Pengkritik Timnas Argentina Usai Gagal Juara
Rodrigo De Paul mengecam para pengkritik Timnas Argentina usai timnya kalah dari Spanyol di final Piala Dunia.
Gelandang Timnas Argentina Rodrigo De Paul meluapkan emosinya di lapangan sepak bola
Sindir Pihak yang Benci Argentina
De Paul merasa sedih karena gagal membawa pulang trofi Piala Dunia untuk masyarakat Argentina. Namun ia menegaskan bahwa hubungan emosional antara tim dan suporter jauh lebih berharga daripada sebuah trofi.
Pemain berusia 32 tahun itu menilai banyak pihak yang sengaja menanti kelengseran Timnas Argentina. Pemain Atletico Madrid tersebut menyebut para pengkritik merasa terganggu dengan kegembiraan dan cara bermain skuad Albiceleste.
De Paul menyindir keras para penyebar teori konspirasi yang menyudutkan timnya selama turnamen. Ia menegaskan rasa bangganya sebagai orang Argentina meski harus menahan rasa sakit akibat kekalahan.
Sorotan Gaya Bermain Keras
Argentina memasuki turnamen ini dengan status juara bertahan namun citra mereka memburuk seiring berjalannya kompetisi. Publik menilai permainan fisik anak asuh Lionel Scaloni terlalu brutal dan sering lolos dari hukuman wasit.
Isu favoritisme mencuat saat Argentina menang 2-1 atas Inggris di babak semifinal. Laga tersebut diwarnai pelanggaran keras yang tidak mendapat sanksi tegas dari kepemimpinan wasit di lapangan.
Kekalahan Bermandi Kontroversi
Partai final melawan Spanyol kembali memicu kontroversi akibat ulah sejumlah pemain Argentina. Tensi tinggi menyelimuti pertandingan hingga peluit panjang berbunyi.
Nahuel Molina dan Leandro Paredes tertangkap kamera melakukan aksi tidak sportif terhadap pemain Spanyol usai laga berakhir. Skuad Argentina bahkan membelakangi podium saat penyerahan trofi juara kepada Timnas Spanyol.