Medhi Benatia Kritik Lingkungan Marseille Usai Tinggalkan Klub
Medhi Benatia mengkritik pedas lingkungan Olympique de Marseille usai meninggalkan posisi direktur sepak bola klub tersebut.
Medhi Benatia memberikan wawancara terkait pengalamannya di Olympique de Marseille.
Kritik Keras Budaya Klub
Mantan direktur Sepak Bola OM itu mengaku kelelahan setelah menjalani masa bakti selama satu tahun setengah. Ia menyebut situasi di klub sebagai perang setiap detik.
Ia sudah meminta penerapan disiplin ketat seperti di Italia dan Jerman. Namun, ia menilai fasilitas latihan di La Commanderie masih terjebak dalam mentalitas lama.
'J'ai demandé qu'on applique ce que j'avais vu en Italie, en Allemagne, de la discipline sur des principes de vie, des horaires,' ujar Benatia.
Evaluasi Performa Tim
Benatia tetap membela rekrutan pemain dan pelatih yang ia datangkan selama masa jabatannya. Kegagalan utama tim terletak pada mentalitas pemain yang dinilai rapuh.
Ia mengenang berbagai hasil buruk musim lalu seperti kekalahan dari Atalanta dan Nantes. Kondisi tersebut membuatnya dan pelatih Roberto De Zerbi merasa kehabisan tenaga.
"Avec Roberto, on a essayé de lutter contre ça," ungkap Benatia mengenai perjuangan mereka.
Babak Baru di Marseille
Benatia kini telah sepenuhnya menutup lembaran kariernya bersama klub berjuluk Les Phoceens itu. Ia beralih posisi menjadi suporter biasa dan berharap manajemen baru bisa membawa perbaikan.
Ia juga memberikan apresiasi kepada penunjukan pelatih baru serta kinerja akademi usia muda. Ia berharap klub bisa melahirkan talenta-talenta hebat dari pusat pelatihan.
"Je redeviens supporter, dengan le droit de payer mon ticket," kata Benatia.