Masa Depan Gianni Infantino di FIFA Terancam Boikot UEFA
Gianni Infantino menghadapi ancaman boikot dari UEFA jelang pemilihan Presiden FIFA pada Maret 2027 akibat kontroversi rencana penjualan Piala Dunia.
Gianni Infantino menghadiri konferensi pers terkait masa depannya di kepemimpinan FIFA.
Tekanan UEFA dan Hilangnya Kepercayaan
UEFA yang memiliki 55 anggota menegaskan belum ada jaminan yang memadai dari pihak FIFA. Mereka menyatakan telah kehilangan kepercayaan pada kepemimpinan Gianni Infantino.
Sejumlah negara seperti Finlandia, Swedia, dan Serbia secara terbuka menyatakan tidak mendukung Infantino. Tekanan semakin kuat setelah Asosiasi Sepak Bola Inggris dikabarkan turut menarik dukungannya.
Sikap Berbeda dari Konfederasi Lain
Konfederasi Sepak Bola Afrika atau CAF justru memberikan dukungan penuh kepada Infantino. Mereka menerima permintaan maaf sang Presiden FIFA dalam rapat darurat di Rabat.
Sementara itu, Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia atau Concacaf mengecam keras tindakan unilateral tersebut. Mereka menuntut perombakan total tata kelola organisasi.
Reaksi Asia dan Amerika Selatan
Konfederasi Sepak Bola Asia atau AFC menyoroti kelemahan mendasar dalam proses konsultasi keputusan FIFA. Beberapa negara Asia tetap memberikan dukungan meski ada kritik tajam dari tokoh sepak bola Yordania.
Konfederasi Amerika Selatan atau Conmebol juga menunjukkan kekhawatiran mendalam atas tindakan sepihak FIFA. Brasil dan Argentina mulai menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap kebijakan tersebut.