Deschamps Kecewa Prancis Hancur di Laga Terakhirnya
Didier Deschamps mengakhiri masa jabatannya sebagai pelatih timnas Prancis dengan kekalahan pahit 4-6 dari Inggris pada perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026.
Didier Deschamps tampak lesu mendampingi timnas Prancis dalam laga terakhirnya melawan Inggris
Kritik Tajam untuk Babak Pertama
Prancis tampil buruk dan tertinggal 0-4 dari Inggris pada babak pertama. Deschamps mengecam keras performa anak asuhnya sebelum mereka bangkit di paruh kedua lewat dua gol Kylian Mbappe.
Deschamps mengakui performa timnya sebelum turun minum sangat tidak layak. Dia juga menyalahkan diri sendiri atas kegagalan strategi di awal laga tersebut.
Deschamps menegaskan kepada media, "Ini adalah kekalahan dan kami sempat tertinggal 0-4. Kami menunjukkan babak pertama yang tidak layak ditampilkan." Dia menambahkan bahwa timnya kehilangan momentum penting untuk meraih posisi ketiga.
Petualangan Indah Selama Delapan Pekan
Prancis sempat mendapatkan dua peluang emas untuk menyamakan kedudukan menjadi 4-4 pada babak kedua. Namun, serangan yang terlalu terbuka membuat Inggris kembali mencetak gol kemenangan.
Deschamps tetap melihat sisi positif dari perjalanan skuadnya selama turnamen ini. Hubungan harmonis antar pemain menjadi kenangan indah dalam akhir masa tugasnya.
Mantan kapten Prancis itu berkata, "Kekalahan ini memang menyakitkan karena kami punya ambisi besar. Namun dari sisi kemanusiaan, ini tetap menjadi petualangan yang indah selama delapan pekan."
Warisan Emas Empat Belas Tahun
Kekalahan dari Inggris tidak menghapus kesuksesan luar biasa Deschamps selama 14 tahun memimpin Prancis. Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) langsung merilis pernyataan resmi untuk menghormati sang legenda.
FFF memuji komitmen tinggi dan ketegasan Deschamps sejak menjabat pada tahun 2012. Di bawah arahannya, Prancis berhasil memenangi Piala Dunia 2018 dan UEFA Nations League 2021.
Pihak federasi menyatakan, "Didier Deschamps menutup seperempat abad pengabdian luar biasa untuk Sepak Bola Prancis. Jejaknya akan selalu abadi di hati jutaan pendukung Prancis."