Serangan Drone Ukraina Bakar Terminal Minyak Penting Rusia
Terminal minyak utama Rusia di Ust-Luga terbakar akibat serangan drone Ukraina. Insiden ini memicu krisis bahan bakar di tengah gempuran infrastruktur energi.
Kepulan asap hitam membumbung tinggi di terminal minyak Rusia setelah serangan drone.
Kebakaran di Terminal Minyak Ust-Luga
Tim pemadam kebakaran langsung bergerak cepat untuk memadamkan api di lokasi kejadian. Alexander Drozdenko menyatakan, "Semua konsekuensi serangan di pelabuhan Ust-Luga telah diatasi, tidak ada korban jiwa."
Pelabuhan Ust-Luga merupakan jalur ekspor krusial bagi minyak mentah, bahan bakar, batu bara, hingga pupuk milik Rusia di Laut Baltik. Serangan serupa juga pernah menghantam fasilitas vital tersebut pada awal Juli lalu.
Eskalasi Serangan Infrastruktur Energi
ukraina terus mengintensifkan serangan drone terhadap infrastruktur energi Rusia sepanjang tahun ini. Kyiv menargetkan kilang minyak dan jalur pasokan untuk memangkas pendapatan ekspor energi Rusia di garis depan.
Sebelumnya, ukraina juga sukses menyerang kompleks kilang Gazprom Neftekhim Salavat di wilayah Ural. Rentetan serangan tersebut memaksa Moskow membatasi ekspor bahkan mulai mengimpor bensin dari luar negeri.
Krisis Bahan Bakar Domestik Rusia
ekspor minyak solar dan gasoil rusia anjlok drastis ke angka 80.000 barel per hari pada pekan pertama Agustus. Angka tersebut menjadi titik terendah dalam beberapa tahun terakhir akibat pembatasan yang diperpanjang.
rusia mengalami kelangkaan bensin dan solar selama lebih dari tiga bulan terakhir di tengah tingginya permintaan musiman. Kampanye serangan drone ukraina terbukti sukses melumpuhkan banyak situs pengolahan besar sejak musim semi.