Proyek Pipa Minyak Irak-Suriah Butuh Waktu Empat Tahun
Proyek pipa minyak Irak ke Suriah untuk melewati Selat Hormuz membutuhkan waktu empat tahun dan dana US15 miliar.
Pekerja memeriksa infrastruktur pipa minyak di kilang minyak Timur Tengah
Kebutuhan Infrastruktur Baru
Pipa minyak lama yang sudah tidak beroperasi selama lebih dari dua dekade tidak dapat digunakan kembali. Pembangunan ini memerlukan infrastruktur baru agar dapat berjalan optimal.
Kondisi tersebut membuat proyek ini menjadi lebih rumit dan memerlukan biaya yang tinggi. Waktu penyelesaian proyek juga otomatis akan bertambah lama dari perkiraan semula.
Negosiasi Kontrak dan Investasi
Pemerintah Irak dan Suriah saat ini mulai melakukan negosiasi untuk menyelesaikan kontrak kerja sama. Mereka juga berdiskusi dengan berbagai perusahaan untuk mendanai investasi pembangunan pipa tersebut.
Youssef Qablawi selaku CEO Syrian Petroleum Company menyatakan, "Renovasi pipa dari Haditha di Irak menuju pelabuhan Baniyas di Suriah memerlukan waktu paling lama tiga tahun".
Kapasitas dan Dukungan Amerika
Proyek ini direncanakan terdiri dari dua jalur pipa dengan kapasitas besar. Kapasitas pengiriman minyak diperkirakan mencapai antara 1,5 juta hingga 2 juta barel per hari.
Amerika Serikat berharap perusahaan-perusahaan asal AS dapat mengambil peran dalam rekonstruksi jalur minyak Kirkuk-Baniyas. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan Ekspor Minyak pada Selat Hormuz.