Penyimpanan Gas Eropa Anjlok ke Titik Terendah Sejak 2011
Penyimpanan gas Eropa anjlok ke level 57% pada Agustus 2026, terendah sejak 2011 akibat pasar LNG yang ketat dan krisis geopolitik.
Ancaman Pasokan Gas Jelang Musim Dingin
Tingkat penyimpanan gas yang rendah ini merupakan yang terendah untuk periode yang sama sejak 2011. Angka tersebut jauh berada di bawah pencapaian tahun lalu yang hampir mencapai 70%.
Kondisi ini membuat Eropa berisiko gagal mencapai target indikatif penyimpanan gas 80% pada awal Desember. Penipisan cadangan ini memicu kerentanan pasar terhadap lonjakan harga ekstrem antara November hingga Maret.
Dampak Krisis LNG Global dan Timur Tengah
Pasar lng global mengalami pengetatan parah menyusul konflik di kawasan Timur Tengah. Lonjakan harga membuat Asia mengungguli Eropa dalam menawar pasokan spot gas alam.
Disrupsi pasokan lng dari Qatar mengubah struktur pasar menjadi backwardation dengan harga jangka pendek yang lebih tinggi. Situasi ini tidak mendorong aktivitas penimbunan cadangan bagi negara-negara Eropa.
Peringatan Dini dari Para Analis Energi
Analis senior riset Wood Mackenzie, David Lewis, menyatakan, "Jika terjadi musim dingin yang sangat dingin atau periode cuaca dingin yang panjang, pasar harus melakukan mitigasi permintaan atau harga yang lebih tinggi, atau pasar Eropa kehabisan gas."
Massimo Di Odoardo selaku Wakil Presiden Riset Gas dan lng Wood Mackenzie menambahkan, "Inventaris Eropa yang rendah, permintaan Asia yang kuat, dan pertumbuhan pasokan lng baru yang terbatas hampir menjamin harga tinggi hingga musim dingin ini dan berlanjut ke 2027."