Pakistan Borong LNG Spot Akibat Penutupan Selat Hormuz
Pakistan berencana membeli tambahan kargo LNG di pasar spot setelah penutupan lalu lintas Selat Hormuz mengganggu pasokan gas jangka panjang dari Qatar.
Kapal tanker pengangkut liquefied natural gas atau LNG sedang berlayar di laut.
Rencana Pembelian Kargo Tambahan
Pemerintah Pakistan tengah mematangkan rencana untuk membeli setidaknya satu kargo LNG tambahan pada bulan ini. Mereka juga bersiap membeli hingga enam kargo tambahan untuk pengiriman Agustus mendatang.
Langkah darurat ini terpaksa diambil demi mengamankan pasokan energi domestik. Konflik bersenjata yang kembali memanas di kawasan Timur Tengah menjadi penyebab utama gangguan tersebut.
Rekor Harga Tertinggi Sejak Dua Tahun
Perusahaan negara Pakistan LNG Ltd baru saja membeli kargo LNG termahal di pasar spot dalam empat tahun terakhir. Mereka membayar harga sekitar USD20,70 per juta British thermal units atau MMBtu melalui tender yang ditutup pada Rabu lalu.
Nilai transaksi ini menjadi pembelian termahal Pakistan sejak tahun 2022. Pada saat itu, Harga Gas Asia melonjak tajam akibat dampak invasi Rusia ke Ukraina.
Pasokan Qatar Terhenti Total
Pakistan biasanya mengandalkan kontrak jangka panjang dengan Qatar untuk memenuhi hampir seluruh kebutuhan LNG mereka. Namun, eskalasi baru dalam perang Iran membuat tidak ada satu pun kapal tanker LNG yang terlihat keluar dari Selat Hormuz selama berhari-hari.
Kondisi ini memaksa Pakistan mengeluarkan tender spot kedua dalam dua minggu terakhir. Penghentian pasokan ini memicu lonjakan biaya pengadaan energi yang sangat besar bagi negara Asia Selatan tersebut.