Citi Naikkan Proyeksi Harga Minyak Brent Q3
Citigroup menaikkan proyeksi minyak Brent kuartal ketiga menjadi US80 per barel karena perang AS-Iran memperpanjang gangguan di Selat Hormuz.
Grafik pergerakan harga minyak mentah Brent di pasar keuangan global
Revisi Proyeksi dan Harga Pasar
Bank tersebut mempertahankan proyeksi kuartal keempat di angka US70perbarel.Citijugamemperkirakanhargarata−rataBrentberadadikisaranUS65 pada tahun 2027 mendatang.
Kontrak berjangka Brent diperdagangkan pada posisi US83,11 per barel pada perdagangan Jumat siang. Kenaikan harga merespons kekhawatiran atas kebuntuan negosiasi diplomatik antara Washington dan Teheran.
Kendala Pengiriman Selat Hormuz
Arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz masih mengalami hambatan berat hingga saat ini. Produksi minyak di kawasan Timur Tengah juga tetap berada di bawah tingkat normal sebelum perang.
Serangan terhadap kapal komersial terus berlangsung di tengah upaya perundingan jalur air tersebut. Situasi ini membuat pasokan minyak global terpangkas dalam jumlah besar.
Pandangan Berbeda dari Goldman Sachs
Goldman Sachs memiliki pandangan berbeda mengenai potensi penurunan harga pada kuartal keempat. Harga Brent diyakini akan bertahan antara US80 hingga US90perbareldalamwaktudekat.
HargaminyakbahkanberpotensimelonjakhinggaUS120 per barel jika penutupan Selat Hormuz berlangsung lebih lama. Prospek harga kini sangat bergantung pada kepastian normalisasi jalur pengiriman.