Pakistan Bayar Harga Spot LNG Tertinggi Akibat Krisis Hormuz
Pakistan LNG Ltd membeli kargo gas alam cair dengan harga spot tertinggi dalam empat tahun akibat konflik di Selat Hormuz mengganggu pasokan dari Qatar.
Kapal tanker pengangkut liquefied natural gas atau LNG sedang berlayar di laut.
Harga Spot LNG Pakistan Loncat Tajam
Pakistan membeli kargo LNG untuk pengiriman awal pekan depan dengan harga sekitar US20,70 per juta British thermal units atau MMBtu. Para pedagang mengonfirmasi angka transaksi tersebut kepada Bloomberg pada hari Kamis. Pembelian ini menjadi rekor biaya tertinggi yang harus dibayar oleh Pakistan sejak tahun 2022.
Lonjakan harga komoditas gas terakhir kali menyentuh level tertinggi saat Rusia menginvasi Ukraina empat tahun lalu. Saat itu, harga spot di Asia meroket karena pemangkasan pasokan gas pipa Rusia ke wilayah Eropa. Kini, situasi serupa kembali menimpa Pakistan akibat gejolak geopolitik di Timur Tengah.
Konflik Selat Hormuz Hentikan Kapal Qatar
Perang Iran dan penutupan Selat Hormuz memicu perebutan pasokan LNG global dalam beberapa bulan terakhir. Pakistan menghadapi masalah pengadaan besar karena lalu lintas kapal tanker dari Qatar terhenti total. Pengamat mencatat tidak ada satu pun kapal tanker LNG yang keluar dari Selat Hormuz selama beberapa hari.
Kondisi tersebut memaksa Pakistan untuk kembali berburu pasokan gas di pasar spot internasional. Padahal, negara di Asia Selatan ini secara historis bergantung pada kontrak jangka panjang dengan harga tetap dari Qatar. Eskalasi konflik minggu ini membuat pasokan energi nasional mereka berada dalam posisi rentan.
Tender Darurat dan Ancaman Beban Biaya Baru
Pakistan LNG Ltd telah menerbitkan dua tender darurat untuk pasokan spot dalam kurun waktu dua minggu terakhir. Pembelian bulan ini mencetak rekor volume impor kargo pasar spot terbanyak bagi Pakistan sejak perang Iran meletus. Pemerintah setempat berupaya keras mencegah pemadaman listrik massal di dalam negeri.
Krisis yang terus memanas berpotensi memaksa Pakistan merogoh kocek lebih dalam untuk membeli kargo pengganti. Pengeluaran anggaran negara diprediksi akan membengkak signifikan akibat ketergantungan pada pasar spot yang mahal ini. Krisis Energi tersebut kini mengancam stabilitas ekonomi dalam negeri Pakistan.