Korsel Alihkan Jalur Impor Minyak ke Laut Merah
Korea Selatan memilih rute Laut Merah untuk mengamankan impor minyak mentah dari Arab Saudi di tengah gangguan Selat Hormuz.
Kapal tanker minyak melintasi jalur laut pasokan energi global
Ketergantungan Pasokan Pasca Konflik Iran
Kementerian Kelautan dan Perikanan Korea Selatan mengumumkan kapal tanker ke-14 berhasil melintasi Laut Merah menuju Asia. Kapal tersebut mengangkut Minyak Mentah dari Pelabuhan Yanbu di Arab Saudi.
Sebelum perang meletus, Korea Selatan sangat bergantung pada Selat Hormuz. Negara ini mengambil 61% impor Minyak Mentah dan 54% impor nafta melalui jalur rawan tersebut.
Pilihan Paling Realistis bagi Korea Selatan
Pemerintah Korea Selatan menilai rute Laut Merah sebagai opsi paling realistis saat ini. Otoritas setempat menyatakan, "Selat Hormuz hingga kini belum stabil untuk pelayaran komersial."
Arab Saudi juga mengalihkan sebagian besar pengiriman minyaknya ke jalur Laut Merah. Langkah ini membantu mengamankan pasokan energi untuk raksasa Ekonomi Asia seperti Korea Selatan.
Ancaman Keamanan Jalur Alternatif Laut Merah
Rute baru pengiriman minyak Korea Selatan tetap memiliki risiko keamanan tinggi. Kelompok Houthi di Yaman dilaporkan siap menutup Selat Bab el-Mandeb atas petunjuk IRGC Iran.
Kementerian Kelautan merahasiakan detail pergerakan kapal demi keselamatan kru dan kargo. Pemerintah terus memantau perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah secara ketat.