Jeff Currie Sebut Ilusi Kelimpahan Minyak Dunia Telah Sirna
Jeff Currie memperingatkan bahwa pasar minyak global kini berada dalam kondisi kekurangan energi struktural akibat menipisnya cadangan dan berbagai hambatan pasokan.
Fasilitas pemrosesan minyak mentah global yang menghadapi ancaman kekurangan pasokan struktural
Lonjakan Margin Kilang Catat Rekor
Currie menjelaskan sinyal defisit pasar minyak terlihat jelas dari pasar produk olahan saat ini. Margin pemrosesan atau crack spread telah meroket ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya yaitu US$70 per barel. Angka historis ini menunjukkan biaya pengolahan hampir menyamai harga minyak mentah itu sendiri.
Persepsi tentang banjir minyak sebelumnya hanya tercipta sementara waktu oleh penarikan persediaan besar-besaran. Sebanyak 32 anggota IEA menguras Cadangan Minyak Strategis mereka untuk menahan pasar. Langkah ini termasuk pelepasan 172 juta barel minyak mentah dari cadangan strategis milik Amerika Serikat.
Hambatan Sistemis Pasokan Global
Keseimbangan pasokan yang rapuh kini semakin diperburuk oleh berbagai hambatan sistemis di lapangan. Pasar minyak berada dalam posisi berbahaya karena tidak memiliki penyangga yang cukup untuk menyerap guncangan. Aliran minyak mentah dunia kini sangat rentan terhadap gangguan distribusi.
Lalu lintas minyak melalui Selat Hormuz tetap berada dalam kondisi yang sangat bergejolak. Aksi angkatan laut Amerika Serikat dan serangan balasan Iran membuat jumlah pelayaran anjlok kembali. Sementara itu, kerusakan pada kilang-kilang minyak Rusia semakin memperketat pasokan bahan bakar global.
Stok Cadangan Capai Titik Terendah
Kerusakan kilang memaksa Rusia memotong pemrosesan minyak mentah ke tingkat terendah sejak tahun 2005. Kondisi ini menghapus lebih dari 1,4 juta barel per hari kapasitas kilang dari pasar. Rusia akhirnya melarang ekspor bensin, diesel, dan bahan bakar jet sehingga importir kesulitan mencari pasokan alternatif.
IEA memperingatkan persediaan minyak global berada dalam jalur penurunan menuju posisi terendah dalam sejarah. Persediaan dunia yang terpantau telah merosot lebih dari 250 juta barel antara Maret hingga Mei. Cadangan strategis Amerika Serikat bahkan merosot ke angka sekitar 316 juta barel setelah rekor penarikan besar-besaran.