06 August 2026 Ekonomi

India Kaji Pungutan Gas demi Danai Cadangan Bahan Bakar

India mempertimbangkan pungutan gas baru untuk mendanai program cadangan strategis bahan bakar senilai Rp672 triliun demi memperkuat ketahanan energi.

Pemerintah mempertimbangkan mekanisme pendanaan baru untuk membiayai program cadangan strategis nasional. ini melibatkan pungutan pada konsumen gas guna mengumpulkan dana senilai Rp23,4 triliun setiap tahun.

Rencana Pungutan Gas Konsumen

Pemerintah mempertimbangkan penerapan pungutan pada konsumsi dan LPG di tingkat domestik. Langkah ini bertujuan mengumpulkan dana tahunan untuk membangun infrastruktur penyimpanan baru.

Usulan tersebut mencakup pungutan sebesar Rp211 per kilogram serta pungutan pada setiap meter kubik standar . Dana yang terkumpul akan dialokasikan khusus untuk pembangunan fasilitas penyimpanan strategis.

Cakupan Program Cadangan Energi

Program berdurasi satu dekade ini mencakup penyediaan cadangan darurat untuk cair, LPG, dan . Kapasitas penyimpanan dirancang untuk menutupi kebutuhan permintaan selama beberapa minggu ke depan.

memperkirakan kebutuhan kapasitas penyimpanan tambahan yang masif dalam sepuluh tahun mendatang. Lebih dari setengah dari total biaya proyek senilai Rp672 triliun akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur fisik.

Dampak dan Tantangan Politik

Penerapan pungutan ini berpotensi menaikkan tagihan gas rumah tangga sekitar 2% secara nasional. Situasi tersebut menjadikan usulan ini sangat sensitif secara politik bagi pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi.

Proposal tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan antar kementerian terkait dan belum memperoleh persetujuan kabinet. Pemerintah sebelumnya pernah mendorong reformasi subsidi yang dinilai jauh lebih besar.

Redaksi Vince's Auto Body Inc
Redaksi Vince's Auto Body Inc
Tim redaksi Vince's Auto Body Inc yang terdiri dari jurnalis dan editor berpengalaman. Kami berkomitmen menyajikan berita otomotif dan olahraga akurat, berimbang, dan terpercaya bagi masyarakat Indonesia.