India Berencana Ambil Alih Operasi Lapangan Migas Venezuela
ONGC India bersiap mengambil alih operasi proyek minyak Venezuela dari PDVSA setelah sanksi Amerika Serikat melonggar.
Peluang Baru Di Venezuela
Direktur Keuangan ONGC, Anupam Agarwal, menyatakan bahwa perusahaannya segera meneken perjanjian baru dalam waktu dekat. Peluang ini terbuka setelah pemerintah Venezuela memberlakukan undang-undang perminyakan baru yang lebih menarik bagi investor asing.
Direktur Keuangan ONGC, Anupam Agarwal, berkata, "Sekarang kami memiliki kebebasan penuh untuk bekerja pada proyek-proyek di Venezuela." Sebelumnya, perusahaan membatasi aktivitas operasional karena terbentur risiko Sanksi dari Amerika Serikat.
Kepemilikan Saham Dan Insentif
ONGC Videsh memegang kepemilikan saham sebesar 40% di lapangan Minyak San Cristobal. Perusahaan ini juga bersama konsorsium lain menguasai 18% saham di proyek Minyak berat Carabobo-1.
Direktur Keuangan ONGC, Anupam Agarwal, menegaskan, "Sebelumnya, kami membatasi operasi di sana karena risiko yang berkaitan dengan Sanksi." Regulasi baru memberi insentif tambahan agar perusahaan asing bisa memegang kendali operator.
Pemulihan Proyek Sakhalin-1
ONGC juga berhasil memulihkan kepemilikan penuh 20% saham pada proyek Minyak dan gas Sakhalin-1 di Rusia pada Desember lalu. Pemulihan aset ini terjadi setelah sempat mengalami gangguan operasional selama empat tahun akibat Sanksi Barat.
Kontribusi pendapatan kuartalan dari proyek Sakhalin-1 melonjak dua kali lipat menjadi sekitar 10 miliar rupee atau setara 105 juta dolar AS. Peningkatan ini mendongkrak kinerja keuangan anak usaha ONGC secara signifikan.