Impor Minyak Mentah China Kembali Naik Setelah Anjlok
Impor minyak mentah China melonjak 22% setelah sempat mencatat penurunan tajam pada bulan Juni akibat tingginya harga pasar global.
Kapal tanker minyak sedang berlayar di pelabuhan internasional untuk pasokan energi global
Lonjakan Impor dan Cadangan Raksasa
China sebelumnya memangkas impor minyak mentah ke level terendah dalam satu dekade pada bulan Juni. Kebijakan tersebut merespons tingginya harga minyak dunia serta pasokan yang ketat dari kawasan Timur Tengah.
Pemerintah Beijing mampu mengurangi pembelian karena memiliki cadangan minyak terbesar di dunia. Berdasarkan data Badan Informasi energi AS, China memegang cadangan sebanyak 1.397 miliar miliar barel pada akhir tahun 2025.
Pengaruh Cadangan pada Harga Global
Cadangan minyak yang masif tersebut membantu menahan lonjakan harga minyak global di tengah konflik Timur Tengah. Importir terbesar dunia ini sempat menghentikan pembelian untuk meredam tekanan harga.
Analis pasar sebelumnya telah memperingatkan bahwa China akan kembali masuk ke pasar internasional. Kembalinya pembelian dari China menjadi sinyal kebangkitan permintaan minyak mentah.
Peningkatan Pembelian Minyak Rusia
Perusahaan kilang terbesar dunia, Sinopec, meningkatkan pembelian minyak mentah dari Rusia untuk kuartal ketiga. Langkah ini diambil demi mengamankan pasokan di tengah kendala pengiriman dari Timur Tengah.
Sinopec membeli hingga 40 pengiriman minyak ESPO dari Rusia untuk pengiriman antara bulan Juli hingga September. Volume pembelian tersebut mencapai kisaran 241.000 hingga 320.000 barel per hari.