17 July 2026 Ekonomi

Harga Minyak Dunia Melonjak 12 Persen Akibat Konflik AS dan Iran

Harga minyak dunia melonjak 12 persen dalam sepekan akibat eskalasi konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran di Selat Hormuz.

Ilustrasi pergerakan harga minyak mentah dunia yang melonjak tajam akibat konflik geopolitik di Timur Tengah

Ilustrasi pergerakan harga minyak mentah dunia yang melonjak tajam akibat konflik geopolitik di Timur Tengah

Harga dunia melonjak hingga 12% dalam sepekan terakhir. Kenaikan tajam ini terjadi setelah militer meluncurkan serangan udara ke wilayah selama enam malam berturut-turut.

Lonjakan Harga Minyak Mentah Dunia

Brent naik 1% hingga menyentuh angka US$ 85,06 per barel pada perdagangan hari Jumat. Sementara itu, West Texas Intermediate atau naik 1,2% ke level US$ 79,88 per barel.

Kenaikan mingguan ini menjadi yang terbesar sejak bulan April lalu. Para pelaku pasar khawatir konflik bersenjata ini akan menghentikan total aliran pasokan minyak dari .

Penyebab Ketegangan Militer AS dan Iran

Ketegangan bermula saat menyerang dua kapal tanker milik Uni Emirat Arab di dekat . langsung merespons dengan menerapkan kembali blokade laut di Teluk Oman.

Pasukan militer AS bahkan menyerang kapal tanker yang terafiliasi dengan di dekat Pulau Kharg. Langkah ini bertujuan untuk menghentikan total ekspor dari negara para mullah tersebut.

Ancaman Blokade Jalur Distribusi Global

Komando Sentral AS menyatakan bahwa serangan udara mereka berhasil menghancurkan logistik militer . Mereka menegaskan, "Kami memperlemah kemampuan militer untuk melindungi jalur pelayaran komersial."

Di sisi lain, kelompok Houthi di Yaman bersiap menutup Selat Bab el-Mandeb di Laut Merah. Blokade ganda ini berpotensi mencekik jalur distribusi energi global dalam waktu dekat.

Redaksi Vince's Auto Body Inc
Redaksi Vince's Auto Body Inc
Tim redaksi Vince's Auto Body Inc yang terdiri dari jurnalis dan editor berpengalaman. Kami berkomitmen menyajikan berita otomotif dan olahraga akurat, berimbang, dan terpercaya bagi masyarakat Indonesia.