Harga Minyak Dunia Melonjak 12 Persen Akibat Konflik AS dan Iran
Harga minyak dunia melonjak 12 persen dalam sepekan akibat eskalasi konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran di Selat Hormuz.
Ilustrasi pergerakan harga minyak mentah dunia yang melonjak tajam akibat konflik geopolitik di Timur Tengah
Lonjakan Harga Minyak Mentah Dunia
Harga Minyak Brent naik 1% hingga menyentuh angka US$ 85,06 per barel pada perdagangan hari Jumat. Sementara itu, Minyak Mentah West Texas Intermediate atau WTI naik 1,2% ke level US$ 79,88 per barel.
Kenaikan mingguan ini menjadi yang terbesar sejak bulan April lalu. Para pelaku pasar khawatir konflik bersenjata ini akan menghentikan total aliran pasokan minyak dari Timur Tengah.
Penyebab Ketegangan Militer AS dan Iran
Ketegangan bermula saat Iran menyerang dua kapal tanker milik Uni Emirat Arab di dekat Selat Hormuz. Amerika Serikat langsung merespons dengan menerapkan kembali blokade laut di Teluk Oman.
Pasukan militer AS bahkan menyerang kapal tanker yang terafiliasi dengan Iran di dekat Pulau Kharg. Langkah ini bertujuan untuk menghentikan total ekspor Minyak Mentah dari negara para mullah tersebut.
Ancaman Blokade Jalur Distribusi Global
Komando Sentral AS menyatakan bahwa serangan udara mereka berhasil menghancurkan logistik militer Iran. Mereka menegaskan, "Kami memperlemah kemampuan militer Iran untuk melindungi jalur pelayaran komersial."
Di sisi lain, kelompok Houthi di Yaman bersiap menutup Selat Bab el-Mandeb di Laut Merah. Blokade ganda ini berpotensi mencekik jalur distribusi energi global dalam waktu dekat.