Ekspor Minyak Teluk Sempat Pulih Sebelum Konflik AS Iran Memanas
Ekspor minyak mentah Teluk Persia sempat melonjak hingga 13,6 juta barel per hari sebelum konflik baru Amerika Serikat dan Iran mengganggu Selat Hormuz.
Kapal tanker minyak melintasi jalur laut internasional di kawasan Teluk Persia
Lonjakan Ekspor Minyak Negara Teluk
Data dari Kpler dan Vortexa menunjukkan pengiriman minyak Teluk Persia mencapai 12 juta hingga 13,6 juta barel per hari. Angka ini menandai kenaikan volume yang signifikan pada awal bulan ini.
Aliran minyak dari Arab Saudi, UEA, Irak, Iran, dan Kuwait melonjak 16% dibanding bulan Juni. Kpler mencatat peningkatan terbesar berasal dari Iran, Irak, dan Arab Saudi.
Gangguan Baru di Selat Hormuz
Tren pemulihan ekspor tersebut kini berbalik arah dengan cepat. Lembaga analitik melaporkan penurunan tajam jumlah kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz.
Analis Kpler Johannes Rauball menyatakan, "Kami melihat penurunan aktivitas, yang berarti negara-negara harus mengurangi produksi." Penurunan produksi ini otomatis memangkas jumlah minyak yang siap dikirim ke pasar global.
Dampak Ketegangan Terhadap Harga Dunia
Bloomberg melaporkan sebuah kapal tanker berhenti di jalur pelayaran setelah serangan Iran terhadap beberapa kapal. AS kini mengincar kapal terkait Iran, sementara Iran membalas kapal sekutu AS.
Konflik ini langsung mendorong harga Minyak Mentah Brent kembali melesat ke atas US$90 per barel. Sementara itu, Minyak Mentah WTI berjangka bertengger di level US$84,25 per barel.