China Naikkan Harga BBM Retail Imbas Minyak Dunia Melonjak 12 Persen
Pemerintah China resmi menaikkan harga retail bensin dan solar domestik setelah harga minyak mentah dunia melonjak hingga 12% dalam sepekan.
Petugas mengisi bahan bakar minyak ke mobil konsumen di salah satu SPBU wilayah China
Rincian Kenaikan Harga BBM China
Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (ndrc) menetapkan harga bensin naik sebesar Rp657.000 atau 300 yuan per ton. Sementara itu, harga retail solar melonjak sebesar Rp635.000 atau 290 yuan per ton.
Lembaga perencanaan ekonomi tertinggi china ini secara berkala menyesuaikan batas atas harga eceran berdasarkan pergerakan pasar global. Kebijakan baru ini langsung berlaku di seluruh wilayah penyesuaian domestik.
Ketegangan Timur Tengah Jadi Pemicu
Analis energi utama Oilchem, Liu Bingjuan menyatakan siklus harga terbaru ini ditandai oleh keuntungan yang volatil. Ketegangan yang kembali meningkat di Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak mentah internasional.
Kondisi tersebut mendorong rata-rata harga minyak selama 10 hari kerja berturut-turut melampaui siklus harga sebelumnya. Imbasnya, ndrc langsung memerintahkan raksasa kilang negara seperti CNPC, Sinopec, dan CNOOC untuk menjaga pasokan tetap stabil.
Dampak Kenaikan ke Pasar Global
Lonjakan harga bahan bakar ini tidak hanya melanda pasar domestik china yang terencana. Tren kenaikan diproyeksikan bakal menular ke seluruh pasar global termasuk wilayah Amerika Serikat.
Harga minyak mentah dunia mencatat keuntungan mingguan terbesar sejak April 2026 akibat gangguan aliran di Selat Hormuz. Kepala analisis perminyakan GasBuddy, Patrick De Haan menyebut harga rata-rata solar di AS bahkan sudah menembus angka Rp74.000 atau $5 per galon.