BP dan ConocoPhillips Garap Ladang Minyak Kirkuk Irak
BP dan ConocoPhillips berkolaborasi mengelola empat ladang minyak di Kirkuk, Irak, dengan nilai investasi mencapai Rp400 triliun.
Fasilitas pengeboran ladang minyak raksasa Kirkuk di Irak Utara
Investasi Jumbo ConocoPhillips dan BP
ConocoPhillips sepakat membeli 42% saham anak perusahaan pengembangan milik BP Plc. Kemitraan ini akan mengelola empat ladang minyak utama di wilayah Kirkuk. Langkah ini menandai kembalinya ConocoPhillips ke Irak setelah absen lebih dari satu dekade.
Proyek kerja sama ini menargetkan ekstraksi lebih dari 3 miliar barel setara minyak pada fase awal. Pemerintah Irak menyambut baik investasi ini untuk memperluas peran perusahaan energi Amerika Serikat. Upaya tersebut juga bertujuan mengimbangi dominasi perusahaan energi asal China di negara tersebut.
Rehabilitasi Ladang Minyak Bersejarah Kirkuk
Ladang Minyak Kirkuk pertama kali ditemukan pada tahun 1927 di Baba Gurgur. Ladang legendaris ini pernah memproduksi hingga 1 juta barel minyak per hari. Namun, konflik regional yang berkepanjangan membuat produksinya merosot tajam.
Saat ini produksi harian Kirkuk hanya berkisar antara 285.000 hingga 330.000 barel. Mayoritas hasil produksi tersebut saat ini habis untuk konsumsi domestik Irak. Kontrak baru ini diharapkan mampu mendongkrak kembali volume produksi secara signifikan.
Diversifikasi Jalur Ekspor Minyak Mentah
North Oil Company milik Irak berhasil mengaktifkan kembali Ekspor Minyak mentah ke Turki. Sebanyak 250.000 barel per hari mengalir melalui pipa Kirkuk-Ceyhan sejak Maret 2026. Ekspor ini sempat terhenti selama hampir tiga tahun akibat kendala teknis dan politik.
Pemerintah Irak kini tengah mencari rute alternatif untuk mengirim pasokan minyak mentah mereka. Mereka ingin mengurangi ketergantungan pada jalur laut Selat Hormuz yang rawan konflik. Salah satu opsinya adalah membangun kembali pipa Kirkuk-Baniyas sepanjang 800 kilometer menuju Suriah.