Nicolas Otamendi Mengamuk dan Maki Rodri usai Final Piala Dunia 2026
Bek Argentina Nicolas Otamendi memaki Rodri setelah final Piala Dunia 2026 karena kesal dengan kritik Spanyol soal gaya main agresif.
Bek Argentina Nicolas Otamendi berseteru dengan gelandang Spanyol Rodri setelah final Piala Dunia 2026
Makian Keras Otamendi di Lapangan
Kekalahan tipis 0-1 dari Spanyol pada babak perpanjangan waktu menyisakan luka mendalam bagi Argentina. Harapan tim Tango untuk mempertahankan gelar juara dunia sirna akibat gol tunggal Ferran Torres pada menit ke-106.
Kemarahan Otamendi pecah saat ia menghampiri rodri untuk bersalaman. Bek senior tersebut langsung menyemprot rodri dengan kalimat kasar di tengah lapangan pertandingan.
Otamendi berteriak, "Diam kamu, bodoh! Kalian hanya bisa menangis sepanjang minggu." Dia juga menuduh rodri dan aymeric laporte terus-menerus mengeluhkan kinerja wasit sebelum laga dimulai.
Reaksi Bingung Sang Ballon dOr
rodri terkejut menerima serangan verbal yang agresif dari pihak lawan. Gelandang terbaik dunia itu sempat bertanya mengenai kesalahan apa yang sudah ia perbuat hingga membuat Otamendi murka.
Otamendi langsung membalas dengan menyinggung wawancara Laporte di media Spanyol Marca. Mendengar respons penuh emosi tersebut, rodri memilih berbalik badan dan berjalan menjauh tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
rodri sendiri berhasil mengawinkan gelar juara dunia dengan penghargaan individu. Pemain Manchester City ini resmi terpilih sebagai pemain terbaik sepanjang turnamen piala dunia 2026.
Pemicu Sindiran Tajam Aymeric Laporte
Kemarahan kubu Argentina berakar dari pernyataan terbuka aymeric laporte beberapa hari sebelum final. Laporte mengkritik gaya permainan fisik Argentina yang dinilai kerap melewati batas aturan sepak bola.
Laporte sebelumnya berpendapat, "Kami melihat hal-hal mengejutkan pada laga Argentina, banyak pelanggaran tidak dihukum." Bek Spanyol itu juga meminta wasit bertindak tegas agar pertandingan final tidak berubah menjadi kekacauan.
Spanyol akhirnya sukses mengamankan trofi Piala Dunia kedua mereka sepanjang sejarah setelah penantian 16 tahun. Kemenangan ini menyempurnakan dominasi sepak bola mereka setelah sebelumnya memenangi Euro 2024.