Mantan Pemain Prancis Sebut Laga Juara Tiga Mirip Laga Hiburan
Mantan pemain Prancis Jean-Marc Ferreri menilai laga perebutan tempat ketiga melawan Inggris hampir mirip pertandingan hiburan komersial setelah kecewa gagal ke final.
Jean-Marc Ferreri memberikan komentar mengenai laga Prancis melawan Inggris di Piala Dunia
Memori Laga Pemain Cadangan
Ferreri mengingat kembali pengalamannya saat membela Prancis pada perebutan tempat ketiga Piala Dunia 1986 melawan Belgia. Saat itu pelatih Henri Michel mengistirahatkan para pemain bintang seperti Michel Platini dan Jean Tigana karena kekecewaan mendalam usai kalah dari Jerman.
Situasi tersebut membuat para pemain muda berkumpul membentuk tim pelapis yang termotivasi tinggi untuk membuktikan kemampuan mereka. Ferreri berhasil mencetak gol dalam laga tersebut dan membawa Prancis meraih peringkat ketiga.
Ferreri menegaskan, "Kami menganggapnya pertandingan pelapis karena para senior tidak bermotivasi setelah gagal ke final." Pengalaman mencetak gol di Piala Dunia tetap menjadi momen emosional yang tidak terlupakan sepanjang kariernya.
Kekecewaan Usai Ditumbangkan Spanyol
Prancis harus mengubur mimpi ke final setelah menelan kekalahan dari Spanyol pada babak semifinal. Banyak pihak menilai skuad asuhan Didier Deschamps terlalu percaya diri dan mengabaikan kekuatan tim lawan sebelum laga tersebut.
Ferreri memahami jika para pemain utama merasa malas dan kehilangan energi untuk bertanding memperebutkan tempat ketiga. Mereka terpukul karena ekspektasi publik yang sangat tinggi untuk melihat Prancis melaju ke partai puncak.
Meskipun demikian, kapten tim Kylian Mbappe diprediksi akan tetap bermain demi mengamankan gelar pencetak gol terbanyak turnamen. Gelar individu tersebut dinilai masih memiliki nilai yang sangat penting bagi gengsi Sepak Bola Prancis.
Bukan Kegagalan Bagi Deschamps
Pencapaian mencapai babak semifinal dinilai bukan sebuah kegagalan total bagi sebuah negara di turnamen sebesar Piala Dunia. Ferreri mengapresiasi keberhasilan tim yang mampu menembus empat besar di tengah gugurnya negara besar lain seperti Jerman dan Brasil.
Pelatih Didier Deschamps pastinya merasa kecewa karena karakter kompetitif yang melekat kuat dalam dirinya. Namun, rekam jejak prestasinya bersama timnas Prancis tetap luar biasa dalam beberapa edisi turnamen terakhir.
Prancis hanya melewatkan satu momen krusial saat menghadapi kekuatan terbaik Spanyol yang tampil lebih superior. Finis di posisi empat besar tetap menjadi pencapaian yang terhormat bagi generasi baru Les Bleus.