08 September 2026 Otomotif

Rolls-Royce Pepet Penjualan Bentley di Pasar Mobil Mewah Global

Rolls-Royce terus memangkas jarak penjualan dari Bentley berkat fokus pada eksklusivitas tinggi dan kesuksesan SUV Cullinan.

Mobil mewah Bentley dan Rolls-Royce berdampingan di jalan raya.

Mobil mewah Bentley dan Rolls-Royce berdampingan di jalan raya.

dan Bentley mencatat perubahan besar dalam persaingan penjualan global dalam dua dekade terakhir. Analis industri mencatat jarak penjualan kedua merek asal Inggris tersebut kini semakin menipis.

Lonjakan Penjualan di Tahun 2000-an

Bentley pernah mencatatkan volume penjualan yang jauh lebih tinggi daripada pada awal tahun 2003. Bentley menjual 1.017 mobil secara global atau sekitar 3,4 kali lipat lebih banyak daripada saat itu.

Kedua merek mengalami pertumbuhan pesat seiring peningkatan fokus penjualan di pasar Amerika Serikat. mencatat lebih dari 1.000 pengiriman pertama pada 2007, sementara menembus angka 10.000 unit.

Peran SUV dan Model Baru

Perluasan lini produk di luar sedan tradisional mengubah peta persaingan kedua merek mewah tersebut. mengandalkan keluarga Continental, sementara memperkenalkan Ghost dan SUV Cullinan.

Rasio penjualan kedua pabrikan turun drastis hingga mencapai angka terendah dengan perbandingan 1,8 mobil untuk setiap satu unit . Permintaan tinggi terhadap global menjadi motor utama kesuksesan tersebut.

Tantangan dan Strategi Berbeda

menghadapi tantangan finansial dan tekanan elektrifikasi sebagai bagian dari Volkswagen Group. Kondisi korporasi induk tersebut memberikan prioritas bisnis yang berbeda dibandingkan rival utamanya.

memilih fokus pada pasar kelas atas melalui tingkat kelangkaan dan eksklusivitas tinggi di bawah naungan BMW. Analis menilai strategi tersebut membuat kedua merek kini berada di segmen pasar yang berbeda.

Read Also

Redaksi Vince's Auto Body Inc
Redaksi Vince's Auto Body Inc
Tim redaksi Vince's Auto Body Inc yang terdiri dari jurnalis dan editor berpengalaman. Kami berkomitmen menyajikan berita otomotif dan olahraga akurat, berimbang, dan terpercaya bagi masyarakat Indonesia.