Maserati Pertimbangkan Kembalikan Mesin V8 untuk Mobil Sport
Maserati mempertimbangkan untuk menghadirkan kembali mesin V8 pada lini kendaraan mereka setelah menghentikan produksi Quattroporte pada tahun 2024.
Mobil sport Maserati GranTurismo berbalut warna merah melaju di jalan raya.
Potensi Penggunaan Mesin V8
Kepala teknik Maserati Davide Danesin menyatakan bahwa Mesin V8 dapat dipasang pada arsitektur kendaraan saat ini. Ia melihat adanya minat konsumen yang cukup besar untuk membuat model V8 bervolume rendah menjadi layak.
Danesin menyebutkan bahwa peluang kembalian mesin delapan silinder tersebut terbuka lebar. "Pendapat pribadi saya adalah ya: saya pikir V8 berpotensi untuk kembali... Saya yakin jika kami membuatnya, kami akan menjualnya tetapi mungkin tidak dalam jumlah besar," ujar Danesin kepada Carsales.
GranTurismo dan GranCabrio menjadi kandidat terkuat untuk mengusung Mesin V8 baru jika proyek ini mendapat lampu hijau. Kedua mobil tersebut saat ini menggunakan mesin V6 Nettuno 3.0 liter twin-turbo.
Karakter dan Suara Khas
Kehadiran Mesin V8 bukan sekadar soal penambahan tenaga performa kendaraan. V6 yang ada saat ini sudah memberikan performa yang sangat memadai bagi pengemudi.
Daya tarik utama dari Mesin V8 terletak pada karakter, suara khas, dan eksklusivitasnya. Hal ini menjadi identitas penting bagi kendaraan sport kelas atas buatan Italia tersebut.
Tantangan Biaya dan Produksi
Maserati tidak akan menggunakan mesin Hemi V8 milik Stellantis karena ukurannya yang terlalu besar untuk arsitektur mobil mereka. Perusahaan kemungkinan harus mengembangkan Mesin V8 yang lebih kecil berbasis arsitektur Nettuno.
Pengembangan mesin baru tersebut membuat biaya produksi menjadi sangat mahal. Harga jual Mobil Sport Maserati dipastikan akan melonjak tinggi dari harga dasar saat ini.