Ford Tarik 288 Ribu Unit SUV Explorer Akibat Komponen Atap Longgar
Ford menarik 288.314 unit SUV Explorer 2016-2019 karena penutup rel atap bisa lepas dan membahayakan pengguna jalan lain.
Mobil SUV Ford Explorer warna silver terparkir di area terbuka
Bahaya Penutup Rel Atap Lepas
Lembaga Keselamatan Jalan Raya Nasional AS (NHTSA) merilis pemberitahuan resmi penarikan ini. Mereka menyatakan penutup rel atap pada kendaraan tertentu berpotensi terlepas saat mobil melaju. Komponen yang lepas tersebut bisa menjadi penghalang berbahaya bagi pengemudi lain di belakangnya.
NHTSA menjelaskan ada beberapa tanda awal yang bisa dikenali oleh pemilik mobil sebelum komponen terlepas. Pengemudi biasanya akan mendengar suara angin yang meningkat atau bunyi derit di area kabin atas. Selain itu, celah longgar atau ketidakselarasan antara penutup rel dan garis atap akan terlihat jelas.
Model dan Jumlah Kendaraan Terdampak
Data resmi NHTSA menunjukkan total ada 288.314 unit kendaraan yang berpotensi mengalami masalah ini. Model yang masuk dalam daftar penarikan ini adalah SUV Ford Explorer tahun produksi 2016 hingga 2019. Produsen asal Amerika Serikat tersebut memberikan nomor identifikasi penarikan resmi yaitu 26S54.
Pihak Ford meminta seluruh pemilik model terkait segera menjadwalkan pemeriksaan ke dealer resmi terdekat. Teknisi ahli akan memeriksa kondisi komponen penutup rel atap secara menyeluruh. Proses perbaikan dan penggantian bagian yang rusak dipastikan gratis tanpa pungutan biaya.
Jadwal Pengiriman Surat Pemberitahuan resmi
Ford berkomitmen mengirimkan surat pemberitahuan tahap pertama kepada konsumen mulai 24 Agustus 2026. Surat awal ini berisi informasi mendetail mengenai potensi bahaya kerusakan komponen atap. Selanjutnya, surat pemberitahuan tahap kedua mengenai panduan teknis perbaikan akan meluncur pada September 2026.
Perusahaan juga membuka layanan pusat bantuan khusus bagi konsumen yang ingin memeriksa status kendaraan mereka. Pemilik mobil bisa langsung menghubungi nomor layanan pelanggan Ford di 866-436-7332 untuk informasi lebih lanjut. Langkah proaktif ini diharapkan bisa mempercepat proses perbaikan massal di bengkel resmi.