Ford Tarik 288 Ribu Explorer Gara Gara Atap Longgar
Ford menarik kembali 288.314 unit SUV Explorer produksi 2016-2019 karena penutup rel atap berisiko lepas dan membahayakan.
Mobil SUV Ford Explorer generasi lawas sedang melaju di jalan raya
Kesalahan Teknisi pada Perbaikan Sebelumnya
Penarikan ini berdampak pada model Ford Explorer produksi tahun 2016 hingga 2019. Masalah ini juga tetap menghantui kendaraan yang sebelumnya sudah mendapatkan perbaikan dari pihak diler resmi.
Lembaga Keselamatan Jalan Raya AS atau NHTSA melaporkan adanya kegagalan perbaikan oleh teknisi terdahulu. Mekanik diler tidak mengganti klip penahan yang rusak dan salah mengaplikasikan lem perekat.
Pemilik kendaraan terdampak biasanya merasakan gejala awal berupa suara angin yang bising. Selain itu, muncul bunyi derit serta celah yang terlihat jelas antara penutup dan garis atap mobil.
Investigasi Ulang Berkat Laporan Konsumen
Ford mendeteksi masalah rel atap ini pertama kali pada tahun 2020 lewat program garansi. Pabrikan kemudian mengeluarkan recall resmi perdana pada April 2021 setelah mendapat desakan dari pihak NHTSA.
NHTSA kembali menghubungi Ford setelah menerima 46 keluhan pemilik kendaraan pada Maret 2026. Laporan tersebut mencakup mobil yang sudah diperbaiki melalui skema garansi maupun recall sebelumnya.
Investigasi internal pabrikan menunjukkan metode perbaikan lama menggunakan lem perekat tidak bertahan lama. Ford kini mewajibkan penggunaan empat pengikat pasak plastik untuk mengunci komponen tersebut.
Fokus Perbaikan Kualitas Mobil Lawas
Kampanye penarikan kali ini mencakup varian Explorer dengan penutup berlapis satin, krom, hingga model cat biasa. Ford mengonfirmasi ada satu laporan kecelakaan yang diduga berkaitan dengan lepasnya rel atap ini.
Langkah agresif Ford dalam melakukan recall menunjukkan fokus baru perusahaan terhadap aspek kualitas. Pabrikan kini mengevaluasi ulang potensi cacat produksi pada model-model lama mereka yang sudah berumur.