Kilang Minyak Asia Cari Titik Muat Alternatif Minyak Saudi
Risiko pelayaran di Laut Merah membuat kilang Asia meminta Saudi Aramco memuat minyak mentah di Pelabuhan Sidi Kerir, Mesir.
Kapal tanker minyak mentah berlayar di jalur pelayaran internasional.
Ancaman Keamanan di Laut Merah
Pemilik kapal dan operator kilang di asia menghindari pelayaran melalui Selat Bab el-Mandeb dalam beberapa pekan terakhir. Kelompok Houthi melancarkan ancaman blokade dan serangan terhadap kapal tanker minyak di kawasan tersebut.
Situasi ini memicu kekhawatiran serius bagi keselamatan awak kapal dan pasokan energi global. Para pelaku industri migas mencari jalur alternatif yang lebih aman untuk menghindari wilayah konflik.
Permintaan Pengambilan Kargo Baru
Setidaknya dua kilang berbasis di asia meminta saudi aramco mengambil alih kargo bulan depan dari Sidi Kerir. Alternatif ini dipilih untuk menggantikan Pelabuhan Yanbu di laut merah yang dinilai terlalu berisiko.
Namun, salah satu kilang berpotensi membatalkan alokasi bulanan tersebut. Biaya pengiriman dari Sidi Kerir melalui Laut Tengah dan Afrika menuju asia dinilai jauh lebih mahal.
Langkah Alternatif Saudi Aramco
Saudi Arabia mengalihkan sebagian minyak mentah dari Yanbu menuju Pelabuhan Ain Sukhna melalui pipa SUMED menuju Sidi Kerir. Aramco mengarahkan kilang di Korea Selatan dan Jepang mengambil volume alokasi September di pelabuhan mesir tersebut.
Sebagian besar kilang di China, India, dan Taiwan tetap diminta mengambil kargo dari Pelabuhan Yanbu. Kelompok Houthi sendiri memberikan pengecualian bagi kapal berbendera atau berawak China untuk melintas di laut merah.