Harga Minyak Mentah Amerika dan Afrika Melonjak Tajam
Harga minyak mentah Amerika dan Afrika melonjak akibat kenaikan permintaan impor China dan gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah.
Kilang minyak mentah beroperasi di tengah kenaikan harga komoditas energi global.
Kenaikan Harga Minyak Global
Minyak Mentah Djeno asal Kongo ditawarkan dengan premi sebesar $20 per barel di atas patokan ICE Brent. Angka tersebut mengalami kenaikan signifikan dari posisi premi sebelumnya yang berada di kisaran $15 per barel.
Permintaan dari kawasan Asia turut mendongkrak harga minyak dari Kanada, Brasil, dan Argentina. Negara-negara importir seperti China, Jepang, dan Korea Selatan mengalihkan pembelian minyak ke wilayah jauh demi menutupi kehilangan pasokan.
Lonjakan Impor Minyak China
China meningkatkan pembelian jenis Minyak Mentah asal Afrika dan Amerika di tengah penurunan pasokan minyak Iran. Blokade ulang Amerika Serikat terhadap ekspor minyak Iran membuat pasokan tersebut mengering dengan cepat di pasar internasional.
Impor Minyak Mentah China berangsur pulih dari tingkat terendah dekade ini yang tercatat pada bulan Juni lalu. Pemerintah Beijing melonggarkan pembatasan ekspor bahan bakar demi mendorong aktivitas kilang domestik.
Dampak pada Kilang Independen
Volume impor minyak China pada bulan Agustus diperkirakan mencapai 7,3 juta barel per hari. Angka tersebut masih berada di bawah tingkat normal sebelum perang yang mencapai kisaran 11 juta hingga 12 juta barel per hari.
Kilang-kilang swasta kecil di China mengalami dampak kerugian paling besar akibat perubahan pasokan ini. Kilang tersebut selama ini sangat bergantung pada pasokan minyak murah asal Iran dan Venezuela.