Arus Tanker Selat Hormuz Melambat Drastis Picu Kenaikan Harga Minyak
Lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz melambat drastis pada akhir pekan lalu dan mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia.
Kapal tanker minyak melintas di kawasan perairan strategis Selat Hormuz.
Penurunan Drastis Jumlah Kapal Tanker
Data Kpler yang dikutip Reuters menunjukkan hanya lima kapal komoditas yang melintasi Selat Hormuz pada hari Sabtu. Tidak ada satupun jadwal pelayaran kapal yang tercatat melewati jalur perairan tersebut pada hari Minggu.
Angka tersebut merosot tajam dibandingkan akhir pekan sebelumnya yang mencatat sebanyak 31 kapal tanker melintas. Data resmi ini belum mencakup kapal tanker yang berlayar dalam mode gelap tanpa transponder aktif.
Lonjakan Harga Minyak Dunia
Minyak mentah Brent diperdagangkan pada level US88,62perbarelditengahsentimenpasaryangmemanas.Sementaraitu,WestTexasIntermediateberadapadaposisiUS82,18 per barel setelah sempat menyentuh level lebih tinggi.
Analis Phillip Nova Priyanka Sachdeva menyatakan, "Harga Minyak kini pulih hampir sepenuhnya dari posisi terendah awal Agustus." Ia menambahkan bahwa premi risiko Geopolitik kembali mendominasi pasar Energi global.
Eskalasi Ketegangan Geopolitik
Ketegangan di kawasan Teluk Persia semakin meningkat akibat laporan serangan terhadap sejumlah fasilitas Energi. Uni Emirat Arab menuduh Iran menyerang tiga kapal tanker milik ADNOC pada pekan lalu.
Pernyataan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Aragchi mengenai penolakan perundingan damai dengan Amerika Serikat turut memperkuat Harga Minyak. Pemerintah Amerika Serikat juga menyatakan warga harus bersiap menghadapi harga bahan bakar yang lebih tinggi.