Singapura dan Selandia Baru Resmi Berlakukan Perjanjian Pasokan Utama
Singapura dan Selandia Baru meresmikan AOTES untuk menjaga kelancaran rantai pasok barang penting di tengah ketidakpastian global.
Dokumentasi kerja sama perdagangan rantai pasok barang penting antara Singapura dan Selandia Baru
Menjamin Kelancaran Arus Komoditas Krusial
aotes menjadi perjanjian bilateral pertama di dunia yang fokus menjaga ketersediaan pasokan penting. Kesepakatan ini mencegah pembatasan ekspor untuk produk krusial seperti pangan, bahan bakar, obat-obatan, bahan kimia, dan material konstruksi.
Skema ini mengatur singapura tetap menyalurkan bahan bakar, obat-obatan, serta bahan kimia ke selandia baru. Sebaliknya selandia baru menjamin pasokan pangan ke singapura secara berkelanjutan.
Memperkuat Ketahanan Ekonomi Kedua Negara
Menteri Perdagangan selandia baru Todd McClay menegaskan pentingnya pakta ini bagi dunia usaha. McClay berkata, "Perjanjian ini memperkuat ketahanan rantai pasok dan membantu memastikan kelancaran arus barang-barang penting saat rantai pasok internasional mendapat tekanan."
Kesepakatan ini memberikan kepastian hukum bagi para pelaku industri dan logistik. Kerangka kerja baru ini memungkinkan kedua pemerintah saling bertukar informasi serta berkoordinasi secara cepat saat krisis terjadi.
Cetak Biru Perdagangan Bilateral Global
Perjanjian ini memperkuat Kerja Sama Strategis Komprehensif yang telah disepakati kedua negara pada tahun 2025. Perdana Menteri singapura Lawrence Wong dan Perdana Menteri selandia baru Christopher Luxon menandatangani pakta ini pada Mei 2026.
Kedua negara berharap model kerja sama ini dapat diadopsi oleh negara-negara lain. Langkah ini menjadi cetak biru baru dalam membangun sistem perdagangan internasional yang berfokus pada ketahanan rantai pasok.