Krisis Kilang Global Buat Harga Bahan Bakar Tinggi hingga 2027
Kerusakan kilang di Timur Tengah dan Rusia memicu krisis pasokan global yang akan menahan harga bahan bakar tetap tinggi hingga 2027.
Kilang pengolahan minyak besar yang beroperasi di tengah krisis pasokan global.
Dampak Konflik dan Serangan
Konflik di Timur Tengah serta serangan di Teluk Persia memotong pasokan produk minyak secara drastis. Situasi diperparah oleh serangan Ukraina ke kilang Rusia yang memicu larangan ekspor diesel.
Kapasitas kilang di wilayah lain tidak mampu menutupi kekurangan pasokan tersebut. Pasokan minyak mentah global sebenarnya berlimpah, tetapi kapasitas pengolahannya sangat terbatas.
Pandangan Para Ahli Industri
Managing Director Globestar Energy Nikhil Agarwal menyatakan bahwa pemulihan kilang memerlukan waktu bertahun-tahun lamanya. "Bapco sudah hancur, GTL Qatar hancur, dan kilang Rusia hancur," ujarnya di Dubai.
Ia menambahkan bahwa tekanan terbesar di pasar minyak saat ini terletak pada produk olahan seperti diesel. Kapasitas global kehilangan jutaan barel per hari akibat fasilitas yang rusak.
Data dan Proyeksi Pasar Minyak
Badan Energi Internasional melaporkan bahwa pengolahan minyak mentah pada Juli lalu tetap berada jauh di bawah tingkat tahun lalu. Angka tersebut mencerminkan hambatan pasokan produk yang sangat nyata.
Eksekutif Phillips 66 Brian Mandell menyebutkan jutaan kapasitas kilang di Asia, Timur Tengah, dan Rusia sedang tidak aktif. Proses perbaikan memakan waktu lama karena kendala suku cadang dan tingkat kerusakan.